Archive for the 'Spiritual & Kesadaran' Category

0 Comments

Anda dapat melakukan meditasi setiap saat

Posted by: Sumpah on May 4th, 2008

Bayangkan, saat anda sedang berlibur dengan keluarga dan berjalan disebuah taman indah nan hijau, dengan pemandangan alami yang menabjubkan. Lingkungan yang indah ini membuat anda merasa tenteram dan senang. Anda dapat hening dan meluangkan waktu sejenak untuk mengenal diri anda yang terdalam. Saat itu anda telah melakukan meditasi. Memang meditasi dapat dilakukan setiap saat, tapi tentu saja tingkat intensitas yang berbeda.

Menurut wikipedia, meditasi adalah sebuah disiplin dimana anda fokus pada sebuah objek pikiran atau kesadaran. Biasanya dilakukan dengan memusatkan fokus pada sebuah referensi. Meditasi telah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu. Meditasi mencakup beragam tingkatan praktek spiritual atau psychophysical, yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kesadaran.

Kata meditasi/meditation berasal dari kata Latin “meditatio”, yang mana sebenarnya menunjuk pada segala macam latihan fisik atau intelektual, dan kemudian berkembang menjadi sebuah pengertian tentang kontemplasi. Saat ini meditasi gaya dunia timur semakin berkembang pemakaiannya oleh budaya Barat.

Anda dapat melakukan meditasi setiap saat. Mendapatkan keheningan memang membutuhkan kemauan ana untuk meluangkan waktu sejenak untuk anda sendiri. Anda harus mengambil keputusan untuk mendapatkan diri anda yang terdalam, dan salah satu caranya adalah melalui meditasi.

Banyak cara meditasi. Dan semuanya benar, asal cocok dengan anda. Anda dapat meditasi dengan duduk bergaya Budha, meditasi sambil berjalan, setelah olahraga dan sebagainya.

Saat meditasi, anda perlu mendengar, merasakan apapun yang ada. Nikmati saja saat keheningan yang anda ciptakan. Nikmati anda yang terdalam.

Setelah anda dapat melakukan meditasi sederhana seperti apa yang tertulis pada blog kami sebelumnya, berikut ini adalah meditasi yang sedikit lebih memerlukan waktu untuk anda dapat praktekkan:

  • Cari tempat yang tenang dan duduk dengan posisi tulang belakang yang tegak.
  • Mulai dengan secara mental menyatakan bahwa anda meluangkan waktu ini untuk mengenal anda yang terdalam.
  • Tutup mata anda dan konsentrasi pada nafas anda. Perhatikan, dengar dan rasakan setiap tarikan dan hembusan nafas anda. Fokus pada setiap nafas. Bila ada gangguan fokus kembali ke nafas anda.Tarik napas…Buang napas…Rasakan sensasi yang ada, jangan menilai, hanya rasakan. Lakukan ini selama 1-2 menit
  • Jangan berpikir apa-apa, bernapas saja yang teratur.
  • Setelah itu coba visualisasi ada koridor dimana ujungnya ada pintu berwarna.
  • Coba berjalan di koridor ini dan masuki pintu itu.
  • Anda akan masuk disebuah tempat yang sangat menyenangkan, damai, aman. Tempat ini bisa sebuah kebun indah, lembah, pantai. Apapun yang anda lihat, dan tempat ini sangat aman bagi anda.
  • Tempat ini milik anda, hanya anda yang mengetahui tempat ini. Duduk, berdiri atau berjalan saja ditempat ini, sesuai dengan kehendak anda. Santai saja…
  • Rasakan saja apa yang terjadi, jangan memberikan penilaian atau tuduhan. Rasakan apa yang ada, itu dapat berupa gambar, warna atau apapun…terima saja dan rasakan.
  • Ketahuilah bahwa tempat ini dapat anda kunjungi setiap saat.
  • Setelah anda merasa puas, keluarlah melalui pintu tempat anda masuk tadi.
  • Jalanlah keluar melalui koridor yang ada.
  • Perhatikan nafas anda.
  • Diam sejenak dan secara perlahan anda dapat membuka kembali mata anda…..

0 Comments

Kesadaran dan Kuasa

Posted by: Sumpah on April 1st, 2008

Membicarakan kesadaran berarti juga kuasa. Apa hubungannya? Sadar akan apakah agar kita berkuasa? Berkuasa atas apa? Kuasa yang dimaksud disini adalah kuasa atas realitas yang kita alami dan hadapi setiap harinya. Kuasa pada diri kita atas apa yang sedang kita alami.

 superman.jpg

Kuasa atas diri kita masing-masing, mempunyai ketergantungan dan kondisi. Tidak begitu saja kita dapat menggunakan kuasa yang ada pada diri kita. Bila kita kurang mengenal dan menggunakan kuasa ini secara terbatas,  maka kuasa yang kita milikupun terbatas dan tentu saja sebaliknya demikian pula.

Dalam proses pengembangan diri, kita harus mengetahui rahasia dari kuasa ini.
Rahasianya adalah bahwa kuasa yang kita miliki dapat kita optimalkan penggunaanya bila kita
mengenal dan sadar akan kuasa itu sendiri.

Pengenalan atau kesadaran kita akan kuasa yang kita masing-masing miliki,
yang akan dapat merubah realitas kehidupan kita sehari-hari.
Pengembangan diri kita akan semakin utuh dengan mempunyai kesadaran
akan kuasa yang kita miliki.

Realitas kehidupan kita adalah cermin dari dalam diri kita masing-masing.  Semua kita saling berhubungan dan semua kita adalah bagian dari sebuah energi yang tanpa batas, yang bersumber dari yang Maha Kuasa. Kita masing-masing merupakan saluran dari energi yang tanpa batas ini.  Saluran berbeda ini yang membedakan masing-masing diri kita.

Kesadaran akan hal ini, akan memberikan kuasa yang lebih pada kita untuk
pengembangan diri kita.
Kesadaran ini kita peroleh dengan cara berpikir.
Dengan pemikiran ilmiah yang benar, yang selaras dengan alam semesta dan hukumnya, dengan memahami secara pasti dan sempurna, semua prinsip-prinsip kuasa kombinasi dan metode pikiran, akan membuat pengembangan diri kita meningkat.

Menjadi sadar bahwa kehadiran yang ada dimana-mana dari  yang Maha Kuasa, membuat kita mengenal arti kuasa itu sendiri. Kesadaran akan adanya kuasa dimana mana membuat kita sadar. Menjadi sadar akan kesatuan diri kita dengan
sang sumber dari semua kuasa akan memberikan kekuataan penuh atas kuasa itu pada diri sendiri.

Bagaimana caranya kita berhubungan dengan yang Maha Kuasa ini?
Seperti telah diuraikan pada artikel sebelumnya, yaitu adalah dengan kemampuan kita berpikir,
kemapuan untuk berhubungan dan menggunakan energi tanpa batas itu atau yang biasa kita sebut disitus sebagai universal mind.

Berarti apa yang kita pikirkan merupakan apa yang diproduksi dalam realita kehidupan kita ini.
Kita mempunyai kuasa untuk itu. Dan ini bekerja dari sikap mental utama kita dan ini membutuhkan kesadaran akan kekuatan hukum ini.

Kita yang mempunyai kuasa harus menggunakan kuasa yang kita miliki untuk tujuan yang sesuai dengan kuasa yang diberikan kepada kita masing-masing….

Apakah anda mempunyai kesadaran akan kuasa ini????????

0 Comments

Melihat signal dan mawas diri

Posted by: Sumpah on February 27th, 2008

reflection.jpg

Tulisan kami dua hari yang lalu mengenai jati diri, sebenarnya terinspirasi dari sebuah pertemuan dengan teman lama kami, kita sebut saja sebagai ibu Yanti, di disebuah restoran di mall dibilangan Jakarta Selatan.  Pertemuan antara dua teman dan keluarganya yang telah sekian lama tidak bertemu tentu biasanya membawa banyak cerita.

Salah satu cerita yang selalu diulang-ulang oleh ibu Yanti adalah mengenai pembantu setianya, sebut saja sebagai mbok Ipeh, yang bertahun-tahun telah menemani mereka. Walaupun sangat setia dan pekerja keras, ada satu hal yang kurang mereka senangi dari mbok Ipeh tersebut. Ia sering mengeluh.

Ibu Yanti menceritakan (berkali-kali dan dengan semangat) bahwa mboknya tersebut mengeluh dalam hal apapun, bisa mengeluh dalam hal yang kecil maupun yang besar. Misalnya saat ibu Yanti pulang belanja dan membawa bonus sabun ukuran kecil, mbok Ipeh menerimanya dengan marah-marah dengan berkata “itu toko, ngasih hadiah kok kecil begini…pelit amat”. Atau pada saat lainnya, saat kucing peliharaan ibu Yanti membuang kotoran ditempat yang telah ditentukan, mbok Ipeh masih aja mengeluh dan marah-marah bahwa kotoran kucing itu, beginilah, begitulah dsb. Atau pada saat lainnya, saat ibu Yanti membeli makanan, mbok Ipeh sering mengeluh bahwa makanan yang baru dibeli tersebut kurang enak dan sebagainya, dan sebagainya…..

Sebenarnya cerita-cerita tersebut diatas sering terdengar dan terjadi.
Dan kami hanya tersenyum mendengarkan saja.
Tetapi karena akhirnya ibu Yanti bertanya kepada kami;
“Bagaimana tuh? kesal deh aku, ada cara ngga ya mengurangi sifat si mbok?”,
terpaksa kami memberikan jawaban ”Kamu sedang apa barusan?”
“Ya…cerita mengenai mbok ku…piye sih??” jawab ibu Yanti dengan agak kesal.
“Cerita atau ngeluh?” tanya kami padanya
“hmmmmm…..cerita, tapi, ngeluh juga ya….hahahahaha” jawab ibu Yanti sambil memukul kepalanya sendiri.

Selanjutnya kami mencoba menerangkan kepada ibu Yanti bahwa kita harus selalu coba melihat signal dan mawas diri. Mbok Ipeh dengan kepribadian-sifatnya, yang selalu ada dalam realita kehidupan diri ibu Yanti selama ini, bisa merupakan refleksi atau cerminan dari ibu Yanti sendiri. Mbok Ipeh bisa saja merupakan signal bagi ibu Yanti untuk mawas diri dan melihat kedalam dirinya sendiri. Ia tanpa sadar bisa saja adalah seorang pengeluh juga.

Menjawab pertanyaan teman kami mengenai mbok Ipeh, akhirnya kami hanya dapat memberi masukan agar terus mengingatkan mbok Ipeh untuk tidak mengeluh dan selalu bersyukur.

Tapi yang lebih penting, kami katakan kepada ibu Yanti, bahwa dirinyalah yang harus selalu bersyukur menerima keadaan, apapun dan bagaimanapun bentuknya. Dengan selalu bersyukur, dia akan, saat itu juga menghilangkan keluhan-keluhan yang ada dalam dirinya.

Bersyukur merupakan senjata paling ampuh dalam meningkatkan energi positif dan kesadaran dalam kehidupan kita…..

0 Comments

Berdoa dan bersyukur

Posted by: Sumpah on February 5th, 2008

Sering kita melihat orang meningkatkan doanya saat ia sedang dalam kesulitan. Ia akan meminta apa yang diingini kepada yang Maha Kuasa dengan sering berdoa sesuai dengan ajarannnya, saat ia susah.

Dan ketika apa yang ia doakan tercapai, ia lupa untuk melanjutkan doanya apalagi bersyukur kepada yang Maha Kuasa. Ia lupa atau tidak mengetahui bahwa yang diberikan bisa saja sebagian kecil dari apa yang diinginkannya. Dan ia puas saat ada bagian dari doanya telah tercapai.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, energi tanpa batas yang kita sebut sebagai universal mind, akan selalu bereaksi bila kita berhubungan dengannya. Universal mind adalah dari yang Maha Kuasa. Energi yang telah disediakan oleh yang Maha Kuasa kepada kita.

Doa kita untuk apa yang kita inginkan akan terjawab oleh yang Maha Kuasa melalui energi yang tanpa batas ini berupa orang-orang yang tepat datang, kemungkinan timbul dan sebagainya.

Tetapi sesuai dengan apa yang telah diuraikan sebelumnya, pemikiran kita terus berhubungan dengan universal mind. Setelah mendapatkan apa yang kita inginkan bukan berarti hubungan ini terputus. Bukan berarti yang Maha Kuasa berhenti memberikan akses kita ke universal mind, malahan akses kita sebenarnya semakin besar. Karena bila dalam keadaan senang intensitas energi kita semakin besar dan positif. Ini memungkinkan kita untuk mendapatkan apa yang kita doakan secara utuh dengan berbagai kemungkinan yang kita tidak ketahui.

Selain itu, bersyukur juga merupakan saat dimana intensitas energi kita besar dan positif.

Dengan intensitas energi yang besar dan positif, manifestasi positif dari apa yang kita inginkan akan semakin terjadi.

Jadi hubungan dan doa kita ke yang Maha Kuasa tetap harus terus dilakukan dan ditingkatkan. Kita harus semakin dekat dengannya, bukan melupakan yang Maha Kuasa.

Lakukan dan tingkatkanlah doa anda sesuai dengan ajaran anda, bisa itu setelah solat, saat ke gereja atau cara apapun yang biasa anda lakukan, saat setelah doa anda sebelumnya telah tercapai. Jangan malah mengendurkan kontak anda dengan yang Maha Kuasa.

Bersyukurlah kepada yang Maha Kuasa, dan tingkatkan kedekatan anda dengan yang Maha Kuasa, sesaat setelah anda merasa apa yang anda doakan telah tercapai.

Bersyukurlah, dan teruskan kontak anda dengan yang Maha Kuasa saat anda senang….
Kemungkinan yang lebih besar itu selalu ada….

Dan manifestasi apa yang kita doakan, akan semakin dapat terjadi bila kita semakin bersyukur dan dekat dengan NYA.

0 Comments

Spiritual

Posted by: Sumpah on December 28th, 2007

Spiritual berasal dari kata spirit.

Spirit memberikan antusiasme, sangat berpengaruh dan ia hidup.

Spirit adalah semangat…. Spirit itu hidup…ia adalah sebuah entitas…

Spirit adalah energi.Spirit dapat berkomunikasi…..

Berkomunikasi dengan spirit adalah SPIRIT-UAL.

Spiritualisme adalah tentang spirit….

Spiritualisme adalah cara kita berhubungan dengan diri kita sendiri…

Ya….DIRI KITA YANG SEUTUHNYA atau THE WHOLE SELF.

Sebagai seorang manusia yang telah menjalani proses kehidupan…. DIRI KITA…tidak utuh lagi… DIRI KITA telah terfragmentasi….

Terfragmentasi akibat pengalaman, trauma dan lainnya…

DIRI KITA yang “terfragmentasi” ini, yang menyebabkan depresi, kesedihan dan kemarahan….

Untuk kembali ke DIRI KITA yang seutuhnya, kita harus RE-FRAGMENTASI…DIRI KITA.

Kita dapat kembalikan atau re fragmentasi DIRI KITA kembali ke seutuhnya… hanya dengan KESADARAN melalui proses SPIRITUAL.

Spiritual adalah sebuah proses…

Sebuah proses perjalanan….menuju KESADARAN.

Seperti sebuah ungkapan dari Sri Sri Ravi Shankar

“Deepening the mystery of self is SPIRITUALITY,
Spirituality is the technology of the conciousness and the whole world is the play and the display of conciousness”